Hotel Vagabond Yang Artistik

2

Kawasan Little India di Singapura menjadi salah satu sentra perbelanjaan bagi pelancong Indonesia. Banyak yang sengaja berkunjung ke kawasan ini karena ingin mengunjungi Mustafa Center, itu lho, salah satu pusat perbelanjaan yang buka 24 jam dan menjual apa saja dengan harga yang cukup terjangkau. Biasanya wisatawan Indonesia ke sini untuk membeli oleh-oleh. Selain itu, banyak pula berdiri hotel-hotel menarik di sekitaran Little India yang tentu saja akan memberi kemudahan akses bagi para tamunya yang ingin eksplor lebih lanjut di Little India. 

Salah satu hotel yang saya maksud adalah Hotel Vagabond, a Tribute Porfolio yang merupakan bagian dari keluarga besar Starwood. Begitu tiba di depan hotel, saya menangkap kesan klasik dengan dominasi warna merah. Di bagian depan terdapat jalur setapak yang diisi kursi-kursi nyaman tempat para tamu yang ingin bersantai ataupun merokok. Karena hotel ini memiliki kebijakan larangan merokok di bagian dalam. Terletak di Syed Alwi Road, Hotel Vagabond tidak berdiri di depan jalan raya yang ramai lalu lintasnya. Anda bisa mengakses hotel dengan menaiki taksi atau bisa menggunakan MRT (Mass Rapid Transit) Singapore dan turun di Stasiun Lavender, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. 

Memasuki Hotel Vagabond layaknya memasuki galeri seni. Sepanjang mata memandang akan bertemu muka dengan benda-benda seni nan artistik, tentu saja Anda jarang menyaksikan hotel yang seperti ini. Cahaya di bagian dalam tidak terlalu terang. Warna merah tetap menguasai sebagian besar ruangan. Bagian front desk dihiasi meja berbentuk badak. Cukup epik untuk sebuah front desk. Ada sofa-sofa tanpa sandaran di sekitarnya yang ditudungi banyan tree alias pohon beringin berwarna emas. Sepertinya desain banyan tree ini begitu ikonik dan menyebar di beberapa titik di lantai pertama hotel.

Searah front desk para tamu bisa menikmati The Vagabond Executive Club Lounge yang masih diperkuat warna merah. Areanya cukup luas, mungkin bisa menampung sekitar 40-50 orang (duduk). Masih menawarkan pencitraan seni melalui pigura-pigura yang dipajang sepanjang tembok. Masing-masing pigura berisi foto-foto yang diambil sang pemilik hotel. Hasil potretnya pun dapat ditemukan di tiap kamar hotel. Masih satu area dengan lounge terdapat Vagabond Bar yang ramai dengan benda-benda seni lainnya. Salah satunya partisi kayu yang muncul di film Pretty Woman

Hotel berlantai empat ini memiliki enam jenis kamar. Antara lain ClassicDeluxe Executive Club, Courtyard Executive ClubArt Executive Club SuiteJunior Executive Club Suite dan Vagabond Executive Club Suite. Selain suite terbaik, semua kamar terletak di lantai dua dan tiga. Sedangkan untuk ke lantai teratas tidak bisa menggunakan lift, melainkan menaiki tangga di pintu khusus.

Berbicara mengenai lift, di dalamnya terdapat video yang berisi cuplikan adegan-adegan dalam beberapa film. Idenya sendiri berasal ketika menyadari lift merupakan tempat di mana kita akan berpapasan dengan orang asing. Alih-alih berdiri hening tanpa melakukan interaksi, video ini bisa menjadi “penyelamat” ketika kita mulai merasa canggung bersampingan dengan tamu hotel lainnya.

 

Kamar ala Parisian Chic

Kala itu saya menginap di kamar Deluxe Executive Club. Kamar ini didesain ala Parisian-chic yang cantik dan menonjolkan tiap detail dari interior dan perabot yang tersebar sepanjang mata memandang. Kamar seluas 24-26 m2 ini memiliki tempat tidur King-sized, 400 thread count Egyptian cotton sheet dan Turkish towel, TV LED 42 inci (sayangnya tidak tersedia movie channel seperti HBO ataupun FOX Movies Premium. Tapi masih disediakan film-film aneka genre pada channel khusus), berlantai marmer Italia lengkap dengan meja tulis dari kayu mahogani. Fasilitas pendukung seperti Wifi sudah pasti ada. Yang spesial lagi para tamu bisa menikmati fasilitas complimentary unlimited local callslocal data dengan fasilitas telepon yang disediakan. Tapi hanya berlaku ke beberapa negara saja. Sayangnya akses komunikasi ke Indonesia belum tersedia.  

Banyak hal menarik dari kamar ini. Pertama adalah bagian partisi yang dilukis tangan dan menjadi ikonik dari setiap kamar di Vagabond. Bermotif bunga dengan warna tak mencolok mata. Saya juga menyukai pernak-pernik antik seperti telepon model klasik di samping tempat tidur atau radio yang juga bergaya klasik di atas meja. Radio ini juga memiliki fitur blutooth speaker. Jajaran foto-foto bertema human interest serta landscape terpajang di atas tempat tidur, menjadikan kamar ini makin artistik.

Untuk kamar mandinya tidak begitu besar ukurannya. Toilet dan ruangan shower dibuat terpisah. Untuk amenities-nya menggunakan Etro bath. Sayangnya hotel ini tidak menyediakan fasilitas kolam renang ataupun jacuzzi. Tapi memang tak bisa disangkal kalau hotel ini memiliki banyak titik yang Instagramable. Pas bagi pecinta fotografi juga pelaku swafoto. (pjlp)

 

Hotel Vagabond, a Tribute Portfolio 

39 Syed Alwi Rd

Singapore

Tel: +65 6291 6677

www.hotelvagabondsingapore.com

Social Share