7 Destinasi Wajib di Kota Sawahlunto

Indonesia, Sawah Lunto

2

Kota Sawahlunto beberapa tahun belakangan ini berhasil mencuri perhatian para wisatawan. Kota yang sempat mati suri ini kembali bergeliat dan kian menebar pesonanya. Semua berkat kejelian sejumlah pihak terkait dalam mengoptimalkan potensi warisan sejarah yang ada.

Berbagai kegiatan pariwisata diselenggarakan secara teritegrasi dan berkesinambungan, dari event festival musik internasional, karnaval, dan olahraga. Butuh kreatifitas dan kesungguhan yang luar biasa untuk membangkitkan kembali sebuah kota mati menjadi kota nan jelita dan menawan. 

Jika Anda hendak berkunjung dan menikmati Kota Sawahlunto, berikut ini 7 destinasi wajib yang mesti Anda singgahi. Tentunya masih banyak destinasi lainnya yang bisa Anda eksplorasi, tapi setidaknya Anda sudah mengunjungi yang berikut ini.

 

KANTOR PT BA

Salah satu identitas sebagai kota tambang peninggalan Belanda, yang masih melekat pada Kota Sawahlunto adalah landscape kota yang dipenuhi oleh bangunan-bangunana tua dengan arsitektur Belanda. Salah satunya adalah kantor PT BA-UPO atau dalam bahasa Belanda disebut sebagai Ombilin Minen. Gedung ini dibangun pada tahun 1916 dan masih berfungsi hingga saat ini.

Gedung kantor PT BA-UPO berada di tengah-tengah kota tepatnya di jalan Saringan. Dibangun memanjang dari kiri ke kanan dengan luas bangunan hampir 3000 meter persegi. Terdiri atas dua lantai yang dihubungkan oleh tangga yang masih berdiri kokoh.

Gedung PT BA-UPO juga dikelilingi dengan taman yang indah. Masyarakat setempat menyebut taman tersebut sebagai lapangan segitiga atau lapseg. Sekarang lapangan segitiga berfungsi sebagai alun-alun kota dan dijadikan masyarakat untuk berkumpul menghabiskan sore mereka. 

 

LUBANG TAMBANG MBAH SOERO

Lubang Soero adalah saksi sejarah perjalanan panjang pertambangan batu bara di Kota Sawahlunto. Posisi lubang Soero persis berada di tengah pemukiman warga. Dari pusat kota, cuma membutuhkan waktu 10 menit berjalan kaki untuk sampai di lokasi yang menarik ini.

Lubang Soero dulunya merupakan salah satu lubang tambang bawah tanah yang dibuka pada tahun 1898. Setelah kurang lebih 30 tahun beroperasi, perusahaan tambang batu bara terpaksa menghentikan operasi penambangan dan melakukan penutupan lubang tambang karena alasan teknis. 

 

TAMAN SILO

Taman Silo, Meski diperuntukan sebagai ruang terbuka hijau, kawasan Taman Silo diprediksi akan menjadi destinasi wisata Sawahlunto ke depan. Ruang terbuka Taman Silo ini seluas hampir satu hektar telah tertata dengan rapi. 

Taman Silo sudah bisa dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan yang datang ke Sawahlunto sebagai tempat rekreasi, sering dijadikan tempat favorit sebagai area berfoto, pusat jajanan hingga permainan. 

Selain itu, Taman Silo juga memiliki fasilitas panggung yang dapat difungsikan sebagai tempat pertunjukan. Ciri khas dari Taman Silo ini adalah memiliki 3 tabung yang ukuran sangat besar dan tinggi, kurang lebih setinggi 40 meter. 

 

GEREJA SANTA BARBARA

Selain memiliki gedung perkantoran dan tempat hiburan yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda, Sawahlunto juga memiliki banguanan gereja yang berusia lebih dari satu abad. Gereja ini bernama Gereja Santa Barbara. Ini menjadi salah satu destinasi wisata umum dan wisata religius yang mampu memikat hati.

Lokasinya terletak dipersimpangan jalan, tepatnya di jalan Yos Sudarso no 45. Dibangun pada awal abad ke-20 oleh pemerintah Belanda sebagai tempat ibadah bagi para penganut agama katolik di Sawahlunto.

Di bagian dalam gereja, patung Yesus dan Bunda Maria berdiri berdampingan. Bangku-bangku bagi jamaah yang disusun secara simestris di bagian kiri dan kanan.

Hingga kini gereja St Barbara masih berdiri dengan kokoh. Tanda salib yang berada di atas gedung, berdiri tegak lurus ke arah langit. Menghantar makna bahwa Tuhan selalu hadir bersama umatNya.

 

MASJID AGUNG SAWAHLUNTO

Bangunan yang menarik untuk dikunjungi berikutnya adalah Mesjid Raya Nurul Islam yang terletak di Kelurahan Air Dingin. Letaknya sangat strategis, di tengah kota dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Dibangun pada tahun 1952, mesjid ini berdiri di atas bekas bangunan PLTU dengan memanfaatkan cerobong asap PLTU sebagai menara mesjidnya. Tidak berbeda dengan mesjid lainnya, mesjid ini memiliki arsitektur islam dengan kubah di atasnya yang berdiri dengan kokoh dan indah. 

Yang menjadi kebanggaan mesjid ini adalah memiliki menara setinggi 75 meter, yang merupakan menara tertinggi di Asia. Sekarang Mesjid Raya Nurul Islam menjadi mesjid terbesar di Sawahlunto. 

 

MUSEUM KERETA API

Di Indonesia ini, hanya ada dua museum kereta api, pertama museum kereta api Ambarawa, Jawa Tengah dan yang kedua museum kereta api Sawahlunto, Sumatera Barat. Museum kereta api Sumatera Barat terletak di Kelurahan Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Kota sawahlunto.

Museum ini didirikan seiring dengan berhentinya aktivitas dan produksi perusahaan Tambang batu bara ombilin. Dari catatan sejarah menyebutkan bahwa, stasiun kereta api dibangun sejalan dengan pendirian perusahaan tambang batu bara ombilin dan Pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Pembangunan relnya dilakukan secara bertahap. Peresmian pertama dimulai pada tahun 1891 dan berakhir pada 1894.

 

DESA WISATA RANTIH

Desa Wisata Rantih merupakan sebuah objek wisata terkenal di Sawahlunto yang tepatnya berlokasi di Kenagarian Sijantang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Desa Wisata Rantih berjarak 14 Km dari pusat kota. Desa Wisata Rantih ini awalnya hanyalah desa kecil biasa seperti desa lainnya, namum karena suasana desa ini sangat alami dan asri. Karena melihat potensi tersebut, maka kemudian pemerintah Kota Sawahlunto dengan bantuan warga setempat untuk membangun Desa rantih menjadi sebuah desa wisata tradisional.

Desa Rantih ini benar-benar tidak terjamah oleh teknologi dan sengaja tidak dialiri listrik agar terlihat lebih asri dan kental dengan suasana pedesaan. Di tempat ini wisatawan bisa belajar bagaimana cara menabur benih padi, bercocok tanam, memancing dan kegiatan pedesaan yang lainnya.

Selain destinasi wisata tersebut, sebaiknya Anda tidak melewatkan kuliner khas Kota Sawahlunto. 

ALE ALE APAM

Penampilan kuliner ini hampir mirip dengan serabi. Namun, memiliki cita rasa yang sangat berbeda. Cemilan khas dari Desa Silungkang Duo, Sumbar ini dapat dinikmati oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. 

Dengan kelezatan serta aroma khas yang dimilikinya, makanan ini menjadi salah satu incaran pecinta kuliner. Biasanya, setiap pagi hari makanan ini tersedia di Silungkang maupun di pusat Kota Sawahlunto sendiri. Bahkan, ale-ale apam juga dipesan oleh para perantau untuk setiap acara di luar Silungkang, seperti Jakarta dan kota besar lainnya. Ini membuktikan bahwa pecinta kuliner ale-ale sangat banyak. Dan tak perlu merogoh kantong dalam. Harga boleh “kaki lima” namun dipastikan rasanya kualitas “bintang lima” dengan tekstur yang lembut. 

 

 

Social Share