Wow! Ini Dia Puluhan Musisi Lokal dan Internasional Siap Memanjakan Anda di SIMFes 2017

Indonesia, Sawah Lunto

2

WORLD MUSIC

STARS & RABBIT 

Stars and Rabbit adalah duo Folk asal Jogjakarta yang memang populer dengan vokal unik ala Elda Suryani dan arrangement gitar, Adi Widodo. Salah satu lagu dari grup ini menjadi salah satu soundtrack film Holywood berjudul WANDER, dan juga untuk mastering album perdana dilakukan oleh salah satu master enginer John Davis yang merupakan enginer banyak musisi holywood terkenal seperti Blur, Led Zeppelin, dll. 

SANDRAYATI FAY (AMERICAN FOLK) 

Sandrayati adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berdarah Filipina-Amerika yang lahir dan besar di Pulau Jawa dan Bali. Di usianya yang baru 22 tahun, ia telah banyak menciptakan lagu yang merupakan ekspresinya terhadap alam, identitas dan cinta. 

 

DAOOD “DEBU”

Seorang penabuh Darbuka berdarah turki ini merupakan salah satu pentolan dari grup music DEBU yang dikenal dengan grup beraliran sufi.
Daood sendiri merupakan salah satu pemain darbuka yang juga pernah mempopulerkan alat music ini di salah satu event Jazz popular Ngayogjazz di tahun 2014,dan mendapatkan apresiasi dari para penikmat music jazz tanah air.

 

Adien Faz dan  Sarah Lopez 

Adein Fazmail, pria kelahiran Jakarta, 1981 ini menempuh pendidikan musikologi di IKJ dan juga lulusan Farabi (Lembaga Pendidikan Musik) Sejak 2014 Adien memfokuskan karirnya di Flamenco Guitar, dan belajar di Spanyol dengan Carlos Gomez. Kini ia telah di endorse oleh Vincente Carrillo's guitars, salah satu luthier terbaik di dunia. 

 

Angela Lopez, wanita asal Spanyol yang lahir 38 tahun silam ini adalah seorang pianis, penyanyi, dan juga penari. Dari tahun 2010 - 2012 ia mendapatkan beasiswa di Indonesia untuk mempelajari tari Bali.

 

LOCAL ARTIST

HOTOTO SKA

Sebuah grup band beraliran Djamaican Ska music ini terdiri dari para mahasiswa jurusan music di salah satu universta negeri di kota padang.
Grup yang juga pernah satu panggung dengan pentolan reggae Indonesia Tonny Q ini mempunyai fanbase yang cukup besar di kota padang karena mereka selalu bias membawa para crowd nya untuk berdansa bersama disetiap panggung mereka.

 

NAYANIKA

Nayanika yang digawangi Bayu Gemilang (vokal, gitar), Virissa Callista Harbaindo (vokal), Rizki Meizikri (bass, vokal latar), Haldaun Aerastama (gitar), Putri Anindita (piano dan glockenspiel), Ebill Fuji Edison (saxophone) dan Semilir (drum dan vokal latar).

Septet Folk Pop/Folk Rock asal kota Padang baru saja dengan bangga merilis single teranyarnya, “Malika”. 

Single ini dirilis untuk memenuhi permintaan dari penikmat musik kota Padang setelah beberapa kali tampil di acara musik lokal kota Padang dan menjadi grup musik pembuka untuk band-band ibukota seperti Barasuara, The Upstairs, Endank Soekamti, Shaggydog, Mocca, dan Danilla.

Malika” sendiri adalah sebuah tutur seseorang yang mencoba mengenang kembali sesosok anak perempuan yang dikenalnya sejak lama, dimana gadis ini kini hidup terlantar tanpa bimbingan orang tua dan keluarga. 

“Malika adalah satu gambaran dari banyak anak-anak terbuang tanpa asuhan fisik dan psikologis, dan saya tulis sebagai tribute untuk mereka. 

 

LALANG

Lalang Band yang merupakan band asal kota Padang, Sumatera Barat. Band yang beraliran Echo Folk ini terbentuk sejak tahun 2014 dengan formasi Ranggon (Gitar/Vokal), Hakim (Acordeon/Flute), Arif (Gitar), Eko (Bass) yang mengusung aliran Folk Indie. Lalang Band pun sudah merilis single yang berjudul ASA pada tahun 2015 dan termasuk didalam Album kompilasi ‘Andalas 5 Sore’

 

BULUBAJI BLUES BROTHERS

Mereka adalah trio blues yang semua komponen music mereka penuh dengan denyutan blues,menyaksikan mereka seperti sebuah time scape yang membawa kita kembali di era era revolusi dimana blues hamper mempengaruhi setiap pergerakan bawah tanah.

Social Share