Percayakah Anda Masih Ada yang Istimewa di Wisata Jakarta?

Indonesia, Jakarta

2

Layak kah Jakarta menjadi tujuan wisata? Padat, riuh, dan sibuk adalah gambaran keseharian Kota Jakarta. Macet jalanan, padat hunian dan perkantoran, seperti tak menyisakan ruang untuk jiwa menghela napas dan meredakan denyut nadi yang memburu. Lantas bagaimana dengan wisata Jakarta, masih adakah yang istimewa hingga, setidaknya para warganya masih bisa memperoleh jeda dalam rutinitas yang tergesa? Atau juga mereka yang di luar sana, masih ada kah yang tertarik untuk sekadar singgah beberapa saat menikmati apa yang ada?

4 Komponen Pariwisata di Wisata Jakarta?

Kota yang bertumbuh sekian lama dibangun secara cepat dan masif sempat tak tentu arah karena tanpa mengikuti konsep dan rancang tata ruang yang baik. Jakarta seperti telah terjebak pada sistem semrawut nan kusut dan lamban bereaksi pada kubangan lumpur yang terus menghisapnya semakin dalam. Ini jelas sebuah paragraf pembuka yang kurang menarik untuk sebuah artikel wisata Jakarta. Tapi begitulah kota terbesar di Indonesia ini mesti mendapati dirinya yang kian renta namun tak kunjung dewasa.

Sesungguhnya, di tengah kondisinya yang cukup menyesakkan ini, selalu ada yang cukup keras kepala untuk tetap menjaga optimisme pada potensi wisata Jakarta. Potensi itu mungkin hanya bagaimana cara pandang pada kondisi yang ada dan mengkapitalisasinya menjadi daya tarik pariwisata. Karena memang pada hakikatnya kegiatan berwisata adalah bagian dari pemenuhan kebutuhan pada pengalaman baru untuk kepuasan jiwa. 

Jika mengintip sepintas pendapat Christoper Cooper seorang profesor pengajar di sekolah pariwisata di Inggris sana, ada empat komponen utama pariwisata yang mesti ada agar pantas dijadikan destinasi. Biasa disebut 4A yakni; Attractions (atraksi), Accessibilties (kemudahan akses), Amenities (fasilitas pendukung), dan Ancillary (organisasi atau lembaga pendukung yang aktif terkait pariwisata). Jakarta jelas punya 4 komponen pariwisata itu. Jadi, jangan heran kalau Jakarta dengan kenyataan kondisinya saat ini masih saja jadi daya tarik bagi para pelancong. Mungkin Anda salah satunya, ngaku saja.

 

Atraksi di Wisata Jakarta

Sebut apa saja yang pertama kali muncul dalam benak saat mendengar kata Jakarta. Iya, jalanan macet, laku pengguna jalan tak disiplin, gedung-gedung menjulang tinggi, lingkungan yang tak cukup bersih, tata kota yang semrawut, banjir, duh apakah itu semua menarik? Apa yang tidak menarik di Jakarta? Bahkan kesehariannya yang hiruk-pikuk seolah semua orang tergesa menjalani hidup, bisa membuat kita terpana dan melentikkan tanya apakah ini hari terakhir buat mereka? 

Jakarta berlimpah atraksi. Hampir setiap hari selalu ada event atau acara eksibisi yang bisa dikunjungi. Entah itu event pertunjukan seni-budaya, maupun pameran produk dan bisnis. Kota ini adalah kota seribu mall, karena begitu banyaknya pusat perbelanjaan yang bisa menjadi daya tarik untuk wisata belanja.

Tidak hanya itu, banyak sekali site attraction yang bisa ditemui di hampir seluruh kota ini. Wisata Jakarta bisa mengunjungi berbagai land mark sejarah dan budaya. Ada banyak museum dan spot menarik di Jakarta. Lihat saja kawasan Kota Tua di Jakarta Utara, tidak pernah sepi pengunjung. Tugu Monas, Museum Nasional, Museum Tekstil, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, dan masih banyak lagi. 

Kalau urusan wisata alam, Jakarta pun punya banyak lokasi yang bisa menjadi pilihan. Ada taman, hutan, pulau, pantai, yang bisa membuat kita lupa kalau lokasi-lokasi itu masih bagian dari wisata Jakarta. Kepulauan Seribu di Jakarta Utara menjadi destinasi yang sangat laku di akhir pekan. Ada Pulau Bidadari, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, Pulau Macan, dan masih banyak lagi. Ada ratusan ribu kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu tiap bulannya, jelas bukan angka yang kecil.

Sepertinya untuk syarat ketersediaan atraksi wisata Jakarta jelas banyak sekali pilihan dan bisa dibilang komplit. 

 

Akses Transportasi di Wisata Jakarta

Cukup banyak tersedia moda transportasi umum bagi kaum urban di Jakarta. Selain kendaraan bus kota yang sudah reyot dan sesungguhnya cukup diragukan kelayakannya untuk dioperasikan, Jakarta mulai memodernkan diri dengan membangun moda Mass Rapid Transportation (MRT) dan Light Rapid Transportation (LRT). Ini melengkapi moda transportasi publik yang sudah duluan ada seperti kerta rel listrik (KRL) commuter line dan Transjakarta.

Selain itu kehadiran beberapa jasa transportasi berbasis aplikasi online juga menjadi pilihan yang cukup memanjakan pengguna transportasi publik. Selain murah juga praktis.

Jangan lupa, wisata Jakarta tak melulu di daratan saja, karena ada juga bagian wilayahnya yang berupa gugusan kepulauan yang menjadi tujuan wisata. Akses transportasi menuju ke lokasi-lokasi wisata di Kepulauan Seribu bisa menggunakan moda kapal kayu maupun kapal cepat. Untuk yang berkocek cukup bisa menyewa speed boat dari Dermaga Marina Ancol.

 

Amenities atau Fasilitas Pendukung di Wisata Jakarta

Akomodasi tentu saja bukan fasilitas yang sulit ditemui di kota metropolitan Jakarta. Anda bisa menemukan tempat menginap baik berupa guest host, losmen, motel maupun hotel. Pilihan begitu banyak karena kota ini juga sudah menyediakan diri sebagai destinasi bagi kegiatan Meeting, Incentive, Conference, and Exibition (MICE). 

Anda bisa menemukan ketersediaan akomodasi di hampir seluruh wilayah Jakarta. Bahkan di pulau-pulau nun jauh di Kepulauan Seribu sana, tersedia guest house, penginapan sederhana, maupun yang istimewa. Pilihan range harga sewa juga sangat bervariasi.

Untuk pilihan tempat makan dan jajanan ada begitu banyak pilihan restoran dan warung makan yang selalu sedia melayani para wisatawan. Baik makanan lokal tradisional, maupun menu-menu internasional. 

 

Ancillary alias Lembaga Penyokong Industri Wisata Jakarta

Wisata Jakarta adalah industri yang menjadi sektor unggulan income kota ini yang perlu dikelola dan diorganisasi secara baik. Ada banyak lembaga yang muncul sebagai penyokong dalam putaran roda parwisata di kota ini. Baik itu lembaga pemerintah, swasta, maupun yang berbasis pada komunitas.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengelola sektor pariwisata kota ini melalu Dinas Pariwisata. Lembaga pemerintah provinsi ini berpartner dengan organisasi pariwisata seperti Asosiasi Industri Pariwisata (ASIATA) maupun organisasi lain yang punya peran penting dalam industri ini. Sinergi seluruh lembaga yang ada akan mengoptimalkan potensi wisata Jakarta pada level tertinggi.

Jadi secara umum Jakarta dengan segala kondisinya tak bisa disangkal adalah kota yang memiliki daya tarik pariwisata dan komponen-komponen pendukung yang lengkap. Anda patut percaya wisata Jakarta memang begitu istimewa. (dkw)

 

Social Share