Pasar Tanah Abang, Wisata Belanja di Pasar Tergila Asia Tenggara

Indonesia, Jakarta

2

Destinasi Wajib Wisata Belanja di Jakarta

Pasar Tanah Abang hanya membuat Anda sesak napas jika tak siap dengan mental tukang belanja sejati. Jika Anda baru pertama kali mengunjungi megagrosir baju dan kain terbesar se-Asia Tenggara ini, pastikan terlebih dahulu membatasi budget di dompet ataupun kartu pembayaran Anda. Dan, sekadar saran saja, buat list barang belanjaan yang diinginkan, agar wisata belanja Anda di Jakarta tak membabi-buta dan lupa diri.

Tapi bagaimana Anda hendak membuat list belanjaan, jika belum tahu apa saja yang ada di Pasar Tanah Abang? Utamanya baju dan kain tekstil bisa dijumpai di hampir seluruh area Pasar Tanah Abang ini. Jika wisata belanja Anda di Jakarta untuk hunting baju-baju model terkini dengan harga miring dan supermiring, sebaiknya jangan hanya mal dan supermall yang ada di itinerary tapi juga Pasar Tanah Abang mesti ada di sana. Tak ada salahnya wisata belanja Anda mungkin bakal banyak menjelajahi mal, memang selalu ada diskon di hampir semua pusat perbelanjaan. Tapi untuk sensasi belanja ala pemburu di rimba belantara produk fashion Anda hanya bisa alami di Pasar Tanah Abang. Bisa membidik baju-baju pilihan, mengadu ketangkasan tawar-menawar dengan para penjual, memborongnya dan tanpa sadar Anda sudah kehabisan waktu karena pasar sudah hendak tutup. 

Meski mungkin list belanja yang sudah Anda buat akan banyak sekadar jadi catatan formal saja, tapi setidaknya itu bisa jadi jimat untuk menjaga tetap terkendali. Tapi, menjadi khilaf saat secara sengaja nyemplung di taman penuh godaan tentunya tak banyak obatnya selain memperkuat iman pada pengendalian diri. Pasar Tanah Abang memang tempat wisata belanja tergila yang bisa Anda jumpai di Jakarta. Tapi jangan khawatir ada beberapa ATM Center di sana yang bisa menjadi bala bantuan jika dompet perlu dreload dengan uang cash. Tuh kan, mulai menyesatkan...

 

Apa Indikasi Anda Lepas Kendali di Wisata Belanja Tanah Abang?

Indikator pertama yang sudah pasti ketika list belanjaan yang Anda buat sebelum berangkat tidak sesuai dengan isi kantong belanjaan Anda. Coba periksa lagi, apa saja yang tak direncanakan beli ternyata malah memenuhi tas dan kantong belanjaan? 

Kedua tentu saja sisa isi dompet atau tagihan kartu kredit di akhir bulan. Kenapa tidak sesuai dengan bujet yang sudah direncanakan? Apa yang salah dengan perencanaan yang dibuat? Tidak ada yang salah, hanya saja mungkin saat Anda berwisata belanja di Pasar Tanah Abang agak sedikit khilaf.

Yang ketiga penandanya adalah saat begitu banyak senyum di wajah sanak saudara, teman, dan relasi Anda yang ketiban oleh-oleh baju-baju hasil belanja Anda di Pasar Tanah Abang. Wisata belanja kali ini memang benar-benar penuh kekhilafan namun memberikan kebahagiaan bagi banyak orang. Kekhilafan yang sudah tentu patut beroleh pemaafan. Setuju kan...

 

Perputaran Uang di Pasar Tanah Abang Setiap Harinya

Dari empat blok area Pasar Tanah Abang, yakni Blok A, B, F, dan G, tidak kurang ada 20.000 kios yang aktif berjualan di sana. Jika Anda punya waktu cukup banyak dalam rencana wisata belanja sebaiknya alokasikan waktu yang cukup, karena ada begitu banyak kios yang tak bakal kelar disatroni dalam sehari. Bayangkan berapa perputaran perharinya di Pasar Tanah Abang? Perkiraan kasar bisa mencapai Rp 200 milyar perhari alias tak sampai seminggu untuk mencapai Rp 1 trilun. 

Dari milyaran uang yang berputar di Pasar Tanah Abang bisa jadi Anda menyumbang dari aktivitas wisata belanja Anda yang terencana baik, atau pun wisata belanja yang sedikit khilaf. Tapi sekali lagi, itu dosa yang sangat terbuka pintu ampunan karena uang yang Anda belanjakan memberi manfaat pada perputaran ekonomi di kawasan itu. Yang secara tidak langsung membawa dampak positif bagi banyak orang. Semoga ini cukup untuk mengurangi rasa bersalah yang sempat singgah. 

 

Sejarah Pasar Tanah Abang Destinasi Wisata Belanja Anda

Pasar Tanah Abang berdiri 30 Agustus 1735 yang digagas Yustinus Vinck yang awalnya hanya buka di hari sabtu saja. Sejak awal Pasar Tanah Abang memang banyak diisi penjual baju dan tekstil. Dalam perkembangannya Pasar Tanah Abang, yang awalnya hanya berupa gugusan gubuk-gubuk kecil, dibangun menjadi kompleks pasar yang lebih elok dengan zonasi yang baik untuk area pedagang, parkiran delman, dan jalan.

Pasar Tanah Abang telah melewati banyak peristiwa sejarah yang dramatis dan keras. Meski sempat redup di jaman Jepang menjajah Indonesia, Pasar Tanah Abang kembali menjadi pusat perdagangan yang tersohor dan makin besar.  Bahkan kini Pasar Tanah Abang menjadi pusat grosir baju dan tekstil terbesar di Asia Tenggara. 

Sudah ke Jakarta masak tidak mampir ke pusat megagrosir terbesar se-Asia Tenggara? Mampirlah, ada 20.000 kios pedagang yang bisa buat latihan menguji kekuatan pengendalian diri. Tapi, kalau pun tak kuat, ya tak apa. Traveling kan memang buat hati senang dan sedikit gila. (dkw)

Social Share