Makan Bedulang, Warisan Budaya di Kepulauan Bangka Belitung Yang Tetap Terjaga

Indonesia, Bangka Belitung

2

Hampir di setiap tempat di Indonesia memiliki budaya makan bersama, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung pun memiliki tradisi yang mereka sebut Makan Bedulang yang dilakukan untuk mempererat keakraban maupun dalam gelaran acara-acara penting hingga menyambut datangnya para wisatawan.

Setiap golongan baik tua, muda, laki-laki dan perempuan duduk bersama di lantai sambil menyantap makanan-makanan yang dihidangkan. “Tradisi makan bedulang sudah ada sejak dahulu kala di mana nenek moyang kami yang merupakan generasi terdahulu,” kata Arifin, warga Toboali, saat ditemui seusai acara Toboali City On Fire 2019 di Toboali, Bangka Selatan, Beberapa waktu lalu.

Tradisi Nganggung Dulang merupakan wujud semangat gotong-royong antarwarga. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sesama warga, supaya tercipta kerukunan dan kedamaian. Satu pintu satu dulang, maknanya setiap satu pintu harus menyediakan makanan. Walaupun tidak makan atau tidak saling kenal. misalnya ada kawinan makanannya terus ada. Jadi seluruh tamu pasti kebagian makanan.

Nganggung adalah budaya membawa makanan lengkap di atas dulang yang ditutup dengan tudung saji bermotif warna merah.  Di dalamnya biasanya berisi nasi, lauk-pauk, buah-buahan, dan juga aneka kue.

“Makan bedulang ini maksudnya mendekatkan batin satu sama lain sambil makan. Tradisi makan bedulang ini tersebar di kabupaten-kabupaten di Bangka Belitung,” katanya.

Arifin mengungkapkan isi yang tersaji di tradisi makan bedulang biasanya tumbuh-tumbuhan yang ada di Bangka Belitung seperti daun singkong, jantung pisang, daun kenikir, dan tumbuhan lainnya. Sementara, lauk yang pasti tersaji adalah ikan.

“Kemudian ikan itu harus ada. Toboali merupakan penghasil ikan di Bangka Belitung. Ada juga sate ikan, itu bentuk olahan ikan,” ujarnya.

Tradisi makan bedulang biasa dilakukan bersama-sama. Satu dulang biasanya disajikan untuk empat orang dengan cara duduk bersila. Untuk menikmatinya, tidak disarankan menggunakan sendok atau garpu melainkan menggunakan tangan. Sebagai sebuah tradisi makan bersama, makan bedulang juga memiliki aturan-aturan tersendiri. “Misalnya, untuk mengambil lauk dan sayur, harus dipersilakan yang tua dulu baru yang lebih muda,” kata Arifin.

Nganggung Dulang sebagai warisan budaya diteruskan oleh masyarakat Bangka Belitung. Untuk melestarikan dan mempromosikan salah satu warisan budaya yang ada di Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi mengadakan acara seribu dulang yang merupakan salah satu rangkaian acara Toboali City On Fire 2019. (zlm)

Social Share